SEMANTICS : STUDY
OF MEANING AND REFERENCE
Menurut Palmer (1976:1) : Semantics is the
technical terms used to refer to the study of meaning, and since meaning is a
part of language, semantics is a part of linguistics. (Istilah yang digunakan
yang mengacu pada ilmu bidang makna, dan karena makna adalah bagian dari
bahasa, maka semantics adalah cabang dari ilmu linguistics.
Linguistics semantics
merupakan studi tentang makna yang digunakan untuk memahami ekspresi manusia
melalui bahasa. Semantics adalah sub-bidang yang dikhususkan untuk mempelajari
makna, seperti kata, frasa, kalimat dan unit yang lebih besar dari teks
tersebut. Semantics ini biasanya berhubungan dengan 2 aspek lain, yaitu syntax
(pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana), Pragmatis
(penggunaan praktis simbol oleh rakyat dalam konteks tertentu).
Secara umum,
semantics merupakan study dari arti atau makna dan anggapan yang terkait dalam
bahasa. Secara logika atau nalar, semantics sebagai reference atau petunjuk
linguistics dan kondisi sebenarnya dalam bahasa. Deskripsi semantics dalam
hakikat kebahasaan harus mencatat fakta dari suatu makna, lingusitics reference,
dan pada keadaan yang sebenarnya. Bahasa sering didefinisikan sebagai sistem
konvensional dalam berkomunikasi, yaitu sistem untuk menyampaikan pesan.
Komunikasi akan tercapai jika hanya pesan yang disampaikan tersebut memiliki
arti. sangatlah penting untuk mengetahui artinya dan itu mengandung semantics.
Jadi, semantics itu adalah cabang linguistics yang meneliti arti dan makna.
JENIS-JENIS
SEMANTICS
1.
Semantics Behavioris
Merupakan makna
ditentukan oleh situasi yang ditentukan oleh lingkungan. Maka hanya dapat
dipahami apabila ada data yang dapat diamati didalam lingkungan pengalaman
manusia. Contohnya : seorang ibu yang menyuapkan makanan pada sibayi.
2.
Semantics Descriptive
kajian
semantics yang khusu memperlihatkan makna yang sekarang berlaku. Jadi semantics
decriptive hanya memperhatikan makna sekarang. Contohnya adalah kata juara
yaitu orang yang mendapat peringkat teratas tanpa memperhatikan makna
sebelumnya.
3.
Semantics Generatif
Tata
bahasa terdiri dari sturktur dalam yang berisi tidak lain dari struktur dalam
yang berisi tidak lain dari struktur semantics dan struktur luar yang merupakan
perwujudan ujaran kedua struktur ini dihubungkan dengan suatu proses yang
disebut transformasi.
4.
Semantics Grammatical
Mengkaji makna
yang terdapat dalam satuan kalimat.
5.
Semantics Lexical
Yang lebih
memuasakan pada sistem makna yang terdapat dalam kata. Kamus merupakan sebuah
contoh yang tepat untuk semantics lexical karena makna setiap kata diuraikan
disitu. Jadi semantics lexical ini memperhatikan makna yang terdapat didalam
kalimat kata sebagai satuan mandiri.
6.
Semantics historis
sistem
makna dalam rangkaian waktu, bukan perubahan pembentukan kata. Semantics ini
membandingkan kata-kata berdasarkan periode atau antara kata pada masa tertentu
dengan kata pada bahasa yang lain.
7.
Semantics logika
Yang berkaitan
dengan konsep-konsep dan notasi simbolik dalam analisis bahasa. Semantic logika
mengkaji sistem makna yang dilihat dari logika seperti matematika yang mengacu
kepada kata pengkajian makna atau penafsiran ajaran.
8.
Semantics Structural
Sebuah hubungan
struktur yang terdiri dari unsur berupa phonems, morphonems, words, phrase’s,
clause’s, sentences, dan wacana yang membagianya menjadi kakjian phonology,
morphology, syntax, dan text.
rika,apa sebenarnya arti dari semantic itu?
BalasHapustrimakasih
apa contoh grammatical semantic? thanks
BalasHapushy rika, apa contoh proxemics, thanks
BalasHapus